7 Manfaat Mengonsumsi Makanan Fermentasi pada Anak-Anak
Dahulu, di masyarakat Barat terbiasa makan dari sumber. Tetapi, kini telah berubah karena semakin banyak sumber makanan manis yang diproses, dan telah menjadi makan sehari-hari anak.
Dilansir Dr Health Benefits, dalam pembuatan, keberhasilan pematangan bergantung pada iklim anaerobik (tanpa oksigen) yang tepat untuk situs judi casino online organisme mikroskopis yang baik, seperti lactobacillus. Oleh karena itu, proses ini dapat mengubah gula menjadi asam laktat dengan rasa tajam yang khas.
Namun, kini rasa tajam yang khas itu menjadi lebih jarang ditemui, sehingga anak-anak terutama di negara-negara seperti Australia dan AS, mungkin ingin tahu tentang rasanya. Selain rasanya yang khas, makanan fermentasi memiliki beberapa kesehatan untuk anak-anak, diantaranya sebagai berikut:
1. Membantu Mencerna Makanan
Mikroba yang baik membantu agen casino terpercaya untuk menurunkan karbohidrat kompleks yang dimakan oleh anak-anak. Metabolisme dan fermentasi ini juga menghasilkan berbagai zat yang berguna bagi tubuh mereka juga.
Untuk berbagai macam mikrobiota usus, anak-anak membutuhkan banyak makanan yang mengandung serat pelarut, seperti kacang-kacangan, gandum, dan jeruk. Sedangkan srat tidak larut, yang ditemukan di banyak biji-bijian, berguna untuk mereka, tetapi tidak mudah difermentasi, sehingga tidak benar-benar menambah variasi mikroorganisme usus.
Lelah dengan Makanan Diolah, Pria di AS Makan Daging hingga Ayam Mentah Bertahun-tahun
Ketika anak-anak menggunakan antibiotik, mereka akan kehilangan keseimbangan normal organisme mikroskopis dalam sistem perut mereka. Meskipun ini penting untuk melawan mikroorganisme berbahaya dan menyembuhkan dari kontaminasi juga menghilangkan mikroba yang baik.
Saat makan atau minum probiotik selama dan setelah menggunakan obat anti-infeksi, pastikan untuk mengikuti aturan keseluruhan yang benar.
3. Terdapat Bakteri yang Baik
Varietas makanan fermentasi penuh dengan mikroorganisme yang menguntungkan. Ketika anak-anak yang mengonsumsi jenis makanan ini, mereka memasukkan berbagai jenis organisme mikroskopis baik ke dalam sistem pencernaan mereka. Mikroba ini merupakan makhluk hidup yang dianggap sebagai probiotik.
Mikroba kemudian pindah ke organ pencernaan, di mana mereka akan menghasilkan nutrisi, memperkuat sistem kekebalan dan membantu menyingkirkan mikroorganisme patogen atau penyebab penyakit, dan menyesuaikan vegetasi usus anak-anak. Selain itu, lemak tak jenuh rantai pendek yang dibuat oleh mikroba, dapat membantu menjaga integritas sel-sel yang melapisi sistem pencernaan anak-anak.
4. Melawan Bakteri Jahat
Pada umumnya, anak-anak seringkali menelan mikroorganisme patogen yang menjadi penyebab penyakit. Namun, anak-anak tidak mudah sakit, jika terdapat bakteri baik yang menanganinya.
Mikroorganisme yang baik membuat hasil fermentasi asam yang dapat menurunkan pH saluran pencernaan mereka, sehingga mengurangi kemungkinan mikroba jahat dapat bertahan lebih lama. Mikroorganisme yang baik juga mencari pasokan makanan dan menyebarkan protein antimikroba untuk menghilangkan mikroba yang berbahaya.
5. Mengawetkan Makanan dan Nutrisi
Proses pematangan adalah metode untuk melindungi makanan dalam jangka waktu yang signifikan agar tidak ada tidak ada energi dari mikroorganisme dan ragi yang masuk. Asam laktat yang ditemukan dalam sumber makanan fermentasi adalah aditif alami yang dapat menahan perkembangan mikroorganisme jahat dan juga dapat melindungi rasa makanan lebih lama.
Selain itu, menyimpan makanan ini tidak hanya untuk melindungi dari kerusakan, tetapi juga membuat tubuh anak-anak mendapatkan makanan dari bahan hayati.
Komentar
Posting Komentar